Kamis, 27 Agustus 2020

ADAPTASI (PENYESUAIAN DIRI) TUMBUHAN

 Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Setiap makhluk hidup akan melakukan adaptasi agar kelangsungan hidupnya terjaga.


Adaptasi pada tumbuhan dibagi menjadi tiga macam, yaitu :
1. Adaptasi morfologi ( Bentuk Tubuh Tumbuhan);
2. Adaptasi fisiologi (Fungsi Kerja Alat Tubuh);
3. Adaptasi tingkah laku.




1. Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi adalah adaptasi yang dilakukan melalui penyesuaian bentuk atau alat-alat tubuhnya dengan lingkungan habitatnya.

Contohnya :

a. Kaktus memiliki batang yang tebal untuk menyimpan air, daun yang berduri untuk mengurangi penguapan, serta akar yang panjang dan menyebar agar lebih mudah mencari air;
b. Tanaman air seperti teratai dan eceng gondok memiliki akar bercabang  yang pendek untuk membatasi laju penyerapan air, tangkai daun berongga untuk membatasi daya serap akar, dan terdapat banyak stomata di atas permukaan daun untuk meningkatkan laju transpirasi dan membuang kelebihan air melalui penguapan.



2. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi adalah adaptasi yang dilakukan melalui penyesuaian fungsi kerja alat-alat tubuhnya.

Contohnya :

a. Padi memiliki batang berongga sehingga dapat bertahan hidup di air;
b. Tumbuhan paku (pakis) memiliki daun muda yang menggulung untuk beradaptasi di lingkungan yang lembab;
c. Tumbuhan bakau memiliki akar gantung yang berfungsi sebagai media pernafasan.


3. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku adalah adaptasi yang dilakukan makhluk hidup melalui penyesuaian tingkah lakunya dengan lingkungan habitatnya.

Contohnya :

a. Tumbuhan putri malu menguncupkan daunnya kala disentuh sehingga tampak seperti layu dan tidak enak dimakan;

b. Pohon jati dan randu menggugurkan daun-daunnya pada musim kemarau;

c. Jahe dan rumput mematikan sementara bagian tubuhnya yang ada di atas permukaan tanah untuk mengurangi penguapan saat musim panas.



Rabu, 12 Agustus 2020

PERJUANGAN-PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN Pembelajaran 1 Sub Tema 2 Tema 2

Sebelum memperoleh kemedekaan, bangsa Indonesia terlebih dahulu memproklamasikan kemerdekaannya yang dikenal dengan “Proklamasi Kemerdekaan”. Proses ini berawal dari terdengarnya berita kekalahan Jepang dari pihak sekutu, seketika juga kelompok pemuda mendesak Sukarno-Hata untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Bangsa Indonesia. Akan tetapi dengan alasan menunggu janji Jepang untuk memberikan kemerdekaan Indonesia, Sukarno-Hata tidak dengan segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Hal inilah yang mendorong para pemuda melakukan aksi penculikan terhadap Sukarno-Hata ke Rengasdengklok yang akhirnya dikenal dengan “Peristiwa Rengasdengklok”. Proses perumusan teks prokalamasi kemerdekaan bertempat di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda dengan tujuan keamanan dan tidak terganggu oleh pihak Jepang.Upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui berbagai upaya, yaitu perlucutan senjata Jepang, menghadapi tentara sekutu dan NICA, serta perjuangan politik untuk mendapatkan pengakuan internasional. Kedatangan pihak sekutu ke Indonesia dengan tujuan melepaskan tawanan perang tentara sekutu dari Jepang dan melucuti tentara Jepang pada awalnya diterima dengan baik oleh rakyat Indonesia. Namun setelah tahu kedatangan sekutu diboncengi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration) dengan tujuan Belanda ingin menguasai kembali wilayah Indonesia, akhirnya terjadilah konflik di berbagai daerah di Indonesia. Pada masa itu Belanda melalui pemimpin Van Mook membentuk Negara-negara bagian, yaitu NIT (Negara Indonesia Timur), Negara Pasundan, Daerah Istimewa Borneo Barat, Negara Madura, Negara Sumatra Timur, Negara Jawa Timur.

PERJUANGAN-PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN

  1. Pertempuran Lima Hari di Semarang (14-19 Oktober 1945)

Pada peristiwa ini gugur Dokter Karyadi yang ditembak pasukan Jepang. Akhirnya pecah perang antara pasukan Jepang dengan rakyat Indonesia dan pasukan Jepang yang mengakibatkan banyaknya korban.

  1. Peristiwa heroik di Surabaya

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 10 November 1945 diawali dengan ultimatum dari pasukan sekutu (Inggris) pada bangsa Indonesia untuk menyerahkan senjata dengan membawa bendera putih sebagai tanda menyerah pada sekutu sebagai akibat tewasnya Brigjen Mallaby. Namun sampai batas waktu yang dijanjikan tidak diindahkan akhirnya terjadilah pertempuran yang mengakibatkan banyaknya jatuh korban.

  1. Bandung Lautan Api

Peristiwa ini terjadi pada bulan Oktober 1945 ketika pasukan sekutu memasuki kota Bandung untuk mengambil alih tawanan Jepang dan melucuti senjata mereka. Pihak Sekutu juga meminta Indonesia untuk menyerahkan senjata yang berhasil dirampas dari pihak Jepang. Namun permintaan itu tidak dihiraukan oleh Indonesia akhirnya tanggal 23 Maret 1946 meletuslah pertempuran tersebut. Adanya perintah dari pusat untuk mengosongkan kota Bandung, akhirnya pasukan meninggalkan kota Bandung dengan terlebih dahulu membumihanguskan kota Bandung bagian selatan.

  1. Peristiwa Medan Area

Peristiwa ini bermula dengan kedatangan pasukan sekutu yang diboncengi NICA pada tanggal 9 Oktober 1945. Kedatangan mereka yang bermaksud untuk memperkuat pasukan Westerling (Belanda) yang diterjunkan sebelumnya akhirnya memberikan kesimpulan bahwa Belanda bermaksud untuk menjajah kembali. Akhirnya terjadi ketegangan-ketegangan yang menimbulkan konflik antara Inonesia dengan Belanda.

  1. Peristiwa Merah Putih di Menado

Terjadi pada tanggal 14 Desember 1945 di mana para pemuda Menado yang tergabung dalam pasukan KNIL bersama rakyat berhasilo merebut Menado, Tomohon, dan Minahasa dari tangan sekutu/Belanda. Daerah yang direbut tersebut dikibarkan bendera Merah Putih.

  1. Pertempuran Ambarawa

Pertempuran ini terjadi pada tanggal 15 Desember 1945 antara pasukan Inggris (Sekutu) melawan pasukan Indonesia (Divisi V Banyumas) di bawah Kolonel Soedirman.

Dalam pertempuran itu pasukan Indonesia berhasil memukul mundur pasukan Inggris. Untuk mengenangnya didirikan Monumen Palagan Ambarawa.

  1. Pertempuran Puputan Margarana di Bali

Puputan artinya perang habis-habisan. Perang ini terjadi pada tanggal 26 November 1946 antara pasukan Belanda dan rakyat Bali. Dalam peperangan ini tokoh Ngurah Rai dan seluruh pasukannya gugur.

  1. Pertempuran 11 Desember 1946 di Sulawesi Selatan

Pertempuran ini terjadi di wilayah Sulawesi Selatan sperti Polongbangkeng, Pare-Pare, dan Luwu. Pejuang yang gugur salah satunya yaitu Emmy Saelan.

  1. Agresi Militer Belanda I

Terjadi tanggal 21 Juli 1947 di mana Belanda telah melanggar Perjanjian Linggarjati dengan melancarkan serangan secara tiba-tiba.  Serangan tersebut diarahkan di kota-kota besar di Jawa dan Sumatra terutama daerah minyak dan perkebunan.

  1. Agresi Militer Belanda II

Terjadi pada tanggal 19 Desember 1948 di Yogyakarta. Serangan ini telah melanggar Perjanjian Renville. Melihat hal ini, Sukarno dan Hata mengirim radiogram kepada Mr Syarifudin Prawiranegara yang berkunjung di Bukittinggi Sumatra untuk segera membentuk pemerintahan darurat RI di Bukittinggi.

Beberapa Perjuangan Melalui Jalur Diplomasi (Perundingan).

  1. Perundingan Soekarno – Van Mook

Pertemuan dimulai tanggal 23 Oktober 1945 di Gambir. Dalam perundingan ini tidak menghasilkan apa-apa, namun sebagai langkah awal merintis jalan perundingan selanjutnya.

  1. Pertemuan Sutan Syahrir – Van Mook Pertama

Pertemuan ini juga tidak menghasilkan keputusan apa-apa karena Belanda tetap berpegang teguh pada isi pidato Ratu Wilhelmina tanggal 7 Desember 1942.

  1. Perundingan Hooge Veluwe

     Perundingan ini terjadi tanggal 14 – 21 April di Hooge Veluwe di kota kecil Belanda. Perundingan ini menemui jalan buntu yang mengakibatkan hubungan Indonesia– Belanda semakin memburuk.

  1. Perundingan Linggarjati

     Perundingan ini menghasilkan :

  1. Belanda mengakui kekuasaan de facto RI atas Jawa, Madura, dan Sumatra.
  2. Pemerintah Belanda bersama RI akan bersama-sama mendirikan Negara Indonesia Serikat (NIS)  tanggal 1 Januari 1949
  3. RI dan Belanda merupakan satu uni (gabungan) yang dikepalai Ratu Belanda
  4. Perundingan Renville

Hasil dari perundingan ini :

  1. Akan dibentuk RIS (Republik Indonesia Serikat)
  2. Belanda akan tetap berkuasa di Indonesia sampai saat penyerahan kedaulatan.
  3. Kedudukan RIS sejajar dengan Belanda
  4. RI merupakan bagian dari RIS
  5. Pasukan RI harus ditarik keluar dari daerah pendudukan yang berhasil direbutnya.
  6. RI harus mengakui daerah yang berhasil diduduki Belanda sejak Agresi Militer Belanda Pertama.
  7. Perundingan Roem Royen

Hasil pertemuan ini :

  1. Angkatan bersenjata Indonesia akan menghentikan     semua aktivitas gerilya
  2. Pemerintah RI dikembalikan ke Yogyakarta
  3. Pemerintah RI akan menghadiri KMB
  4. Angkatan bersenjata Belanda akan menghentikan semua operasi militer dan membebaskan tawanan perang
  5. Perundingan Inter Indonesia

Perundingan hanya ke dalam wilayah Indonesia yang diwakili dari RI dan BFO (Negara Bagian Indonesia). Tujuannya untuk menyamakan langkah dalam menghadapi KMB di Den Haag.

  1. Perundingan KMB (Konferensi Meja Bundar)

Hasil KMB adalah :

  1. Belanda mengakui kedaultan RIS (Republik Indonesia Serikat) kecuali wilayah Irian Barat yang akan diselesaikan dalam waktu satu tahun.
  2. Dibentuknya UNI Indonesia-Belanda dengan monarchi Belanda sebagai Kepala Negara.
  3. Hutang Hindia Belanda diambil alih oleh RIS.

(Sumber : https://yudhapriawibawa25.wordpress.com/2015/04/27/usaha-mempertahankan-kemerdekaan-indonesia/)

https://dichaniswansyahsemdel.wordpress.com/ips/sejarah/usaha-usaha-mempertahankan-kemerdekaan-indonesia/

Jumat, 07 Agustus 2020

Pembelajaran 5 Sub Tema 1 Tema 2 Kelas 6

 Ragam Tarian Daerah 


1. Tari Seudati

Tari Seudati adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Aceh. Tarian ini biasanya ditarikan oleh sekelompok penari pria dengan gerakannya yang khas dan enerjik serta diiringi oleh lantunan syair dan suara hentakan para penari. Tari Seudati ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di daerah Aceh, dan sering ditampilkan di berbagai acara, baik acara adat, acara pertunjukan, dan acara budaya.

Tari Seudati ini awalnya sering difungsikan sebagai media dakwah. Namun sekarang tarian ini juga difungsikan sebagai tarian pertunjukan. Nama Tari Seudati ini berasal dari kata “Syahadat”, yang berarti “bersaksi”. Atau dalam Islam diartikan sebagai pengakuan terhadap Tuhan dan Nabi. Hal tersebut juga berkaitan dengan syair-syair yang dilantunkan dalam mengiringi tarian ini. Syair tersebut biasanya berisi tentang kehidupan dan ajaran agama. Selain itu setiap gerakan dalam Tari Seudati ini juga tentu memiliki nilai-nilai dan makna khusus di dalamnya.

Pemerintah Aceh segera mendaftarkan Tarian Seudati ke UNESCO, sebagai warisan seni budaya tak benda. Pendaftaran itu dilakukan supaya Tarian Seudati ditetapkan dan diakui sebagai warisan dunia budaya tak benda milik masyarakat Aceh. Tarian Seudati mempunyai keunikan menarik. Di antaranya yaitu menggunakan tangan sebagai media gerak, tidak memiliki alat musik khusus kecuali menepuk tangan pada perut.

(Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Seudati)

Berikut Link Tari Seudati

https://www.youtube.com/watch?v=-3jZ_gyjVf4


2. Tari Andun

Tari Andun adalah salah satu tarian rakyat yang berasal dari Bengkulu dan dilakukan pada saat pesta perkawinan. Biasanya dilakukan oleh para bujang dan gadis secara berpasangan pada malam hari dengan diringi musik kolintang. Pada zaman dahulu, tari ini biasanya digunakan sebagai sarana mencari jodoh setelah selesai panen padi. Sebagai bentuk pelestariannya saat ini dilakukan sebagai salah satu sarana hiburan bagi masyarakat, khususnya bujang gadis.

(Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Andun)

Tarian ini diiringi oleh alat musik tradisional yaitu kolintang dan redap. Tak sembarang orang bisa menarikan tarian ini, ada kriteria tertentu yang digunakan. Misalnya dalam acara adat, ketika tari berpasangan, penari yang dipilih harus bujang dan gadis atau belum menikah dan tidak memiliki hubungan darah atau kerabat. Jika ada yang menyembunyikan status kekerabatannya maka akan ada hukum adat yang bicara.

Untuk pria biasanya mengenakanbaju adat atau boleh juga blazer atau jas dan sarung panjang hingga mata kaki, mengenakan peci/atau topi adat. Sedangkan untuk perempuan mengenakan kebaya dan selendang. Sepasang penari berdiri dibatasi satu meja. Sebelum menari sepasang penari harus memberikan hormat pada tetua. Jika diperhatikan, gerakan tari andun sangat mudah cukup dengan mengembangkan kedua tangan, lalu maju beberapa langkah, kemudian mundur beberapa langkah dan berputar, dalam tarian ini pihak pria menjadi patokan, bila pria berputar maka perempuan juga berputar, bila pria melangkah maka perempuan juga melangkah.

(Sumber : https://pedomanbengkulu.com/2018/08/tari-andun-bengkulu/)

Berikut Link Tari Andun

https://www.youtube.com/watch?v=Eke_n36NBt0


3. Tari Tandak

Tari Tandak adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari daerah Riau dan Kepulauan Riau. Tarian ini tergolong tarian pergaulan yang biasanya ditampilkan oleh para penari pria dan penari wanita. Dengan berbusana tradisional melayu mereka menari dengan gerakannya yang khas dan diiringi oleh lagu dan alunan musik pengiring. Tari Tandak ini merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di daerah Riau dan Kepulauan Riau. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara, baik acara adat maupun acara budaya yang diselenggarakan di sana.

Menurut sejarahnya, Tari Tandak sudah ada sejak zaman dahulu kala. Tarian ini awalnya merupakan suatu tradisi masyarakat yang dilakukan untuk mempertemukan para pemuda-pemudi dan menjadi media untuk saling mengenal serta bersilaturahmi. Sehingga tak jarang juga dari mereka yang mengikuti Tari Tandak ini bisa sekaligus mencari jodoh atau pasangan hidupnya.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Tari Tandak lebih difungsikan sebagai media bertemu, bersilaturahmi serta saling mengenal oleh masyarakat terutama para pemuda dan pemudi. Selain itu tarian ini juga bisa menjadi suatu hiburan bagi masyarakat saat merayakan sesuatu. Bagi masyarakat di sana, Tari Tandak dimaknai sebagai ungkapan kegembiraan dan rasa sukur. Serta menggambarkan keakraban dan ikatan yang terjalin diantara mereka.

(Sumber : http://www.negerikuindonesia.com/2015/11/tari-tandak-tarian-tradisional-dari.html)


Berikut Link Tari Tandak

https://www.youtube.com/watch?v=-tjp1nNKIAk


4. Tari Tambun dan Bungai

Tari Tambun dan Bungai

Tari Tambun merupakan salah satu kesenian tradisional khas yang dimiliki oleh Palangkaraya, ibukota Provinsi Kalimantan Tengah.

Tari Tambun dan Bungai adalah tari tradisional daerah yang mengisahkan kepahlawanan dua tokoh pejuang Palangkaraya, yaitu Tambun dan Bungai dalam kisah perjuangannya mengusir penjajah yang merampas hasil panen rakyat dari bumi pertiwi.

Tambun dan Bungai adalah tokoh legenda dari Suku Dayak Ot Danum yang tinggal di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Mereka dianggap sebagai tokoh legenda yang memiliki kekuatan supranatural dan merupakan nenek moyang Suku Dayak. Banyak orang yang mengidolakan dan selalu mengenang perjuangan mereka untuk rakyat. Sehingga, berbagai kesenian diciptakan untuk mengingat dan mengabadikan jasa mereka. Salah satunya adalah Tari Tambun dan Bungai.

(Sumber : https://seringjalan.com/asal-usul-sejarah-tari-tambun-dan-bungai/)

Berikut Link Tari Tambun dan Bungai

https://www.youtube.com/watch?v=uE04gf5NZ_E